Konsultasi Perkawinan   
 KonsultasiPerkawinan.com    Forum     Ngobrol Yuk!     Contact Us   
Forum Konsultasi Perkawinan › Istri tidak menjalankan fungsi "istri" kepada suami

Istri tidak menjalankan fungsi "istri" kepada suami

ibay Selasa, 7 Februari 2012 | 11:46 WIB
Saya ibay 43 tahun, punya 2 anak, sudah hampir 14 tahun menjalani kehidupan rumah tangga.
Istri saya bekerja di Bank swasta. Selama ini saya berusaha untuk menjadi suami dan ayah
yang baik bagi keluarga saya. Semua kebutuhan rumah tangga saya penuhi, dari mulai beli
rumah, renovasi, biaya sembako, biaya sekolah anak, bantu mertua, beli pakaian anak juga
istri dll. 

Dulu waktu saya mau renovasi rumah, saya katakan pada istri saya supaya ikut mempermanis
rumah. Dia bilang bagusnya pagar dipakaikan batu alam. Lalu dia beli batu alam dan notanya
diberikan pada saya untuk menggantinya. Saya heran kog rumah untuk kebutuhan bersama minta
diganti biaya yg dia beli. Karena saya tidak mau ribu yah saya ganti. Begitupula dgn
hal-hal kecil lainnya. Pernah satu kali saya berikan amplop gaji saya utuh agar bisa
diatur untuk keperluan rumah tangga. Setelah dia menerima amplop gaji dan kemudian
menghitung biaya-biaya keperluan RT...tau tau dia bilang wahh untuk bagian saya mana..?
Lho...saya pikir Gaji dia dan Gaji saya dikumpul bersama lalu dilakukan rencana
pengeluaran. Ternyata dia hanya mau mengitung Gaji saya untuk semua keperluan rumah tangga
tanpa menyertakan gajinya. Akhirnya disepakatilah Saya yang mengatur, Saya berikan
setengah Gaji saya untuk istri yang setengahnya saya gunakan untuk keperluan seluruh rumah
tangga. Hampir 95% semua biaya kebutuhan RT dibiayai dari dana pendapatan saya dan Saya
tidak pernah mengutak atik Gaji istri saya.

Untuk urusan anak, saya akui dia punya nilai 100 untu care pada anak. Secapek capeknya
istri saya pulang  kerja, masih punya waktu untuk mengajari anak-anak belajar, mau
menemani PR anak-anak. Sedangkan untuk meluangkan waktu 5-10 menit untuk saya guna memijat
kaki saya yg pegel diatas motor, wah saya harus menunggu setengah sampai 1 jam baru bisa
dilakukan.

Anak-anak saya tergolong tipe penakut, jadi tidak suka tidur dikamarnya masing-masing.
Yang sulung berumur 12 thn dan adiknya berumur 6 thn. Mereka semua tidur di dalam tempat
tidur KAMI..., karena tempat tidur tidak cukup besar (ranjang no.2) dan juga ruangan di
fasilitasi dgn AC...sedangkan saya tidak kuat dingin, Alhasil saya mengalah tidur di ruang
keluarga didepan TV..lebih nyaman. Namun pada saat mau berhubungan suami istri, Istri
tidak pernah mau pindah ranjang...repot dan malas katanya. Akhirnya hubungan suami istri
terjadi tanpa ada pemanasan /foreplay dan resiko ketauan dgn sang anak.

Dan istri tidak mau menggunakan kontrasepsi (KB) dgn alasan dia punya penyakit hipertensi
dan tidak mau sembarangan minum obat KB. Alhasil sayalah yg mengalah melakukan ejakulasi
dia atas perut he..he. sedih...dan dia tidak mau hamil lagi.  Terkadang istri suka menolak
berhubungan suami isrtri.  Saya terkadang trauma untuk meminta berhubungan krn terkadang
suka di tolak. Selama 5 tahun terakhir ini, hubungan kami terasa sekali hambarnya. 

Saya berhubungan suami istri bisa dihitung dgn jari, paling 2 atau 3 bulan sekali, dan
anehnya istri tidak pernah tanya. Dan istripun punya motto : tidak mungkin rumput cari
kuda....he..he. Ohh gengsi istri saya sangat TINGGI SEKALI. Dia enjoy sekali dengan
pekerjaannya.  Saya orangnya tidak suka ribut, jadi saya biarkan saja. Pernah juga kita
bicara dari hati ke hati, tapi rupanya dia merasa baik-baik saja dan tidak merasa punya
salah dalam kehidupan rumah tangga ini.

Mungkin kalau tidak karena anak, saya pun sudah ingin berpisah dari istri. Toch kalo ada
acara-acara undangan, jarang sekali istri mau menemani saya untuk acara-acara resmi. Namun
kalo urusan dia, dengan lapang hati saya mau menemaninya. EGOnya sangat tinggi.

Saya merasa punya istri tapi seperti tidak punya istri, dimata dia saya bukan orang nomor
satu untuk dilayani. Dia sibuk melayani anak-anak kami.  Kalau saya sedang masuk angin,
untuk minta tolong dikerokin saja, saya harus menunggu lama ..karena dia harus melakukan
pekerjaan ini itu dulu. Saya terkadang capek dengan kondisi seperti ini. Terkadang perang
dingin tanpa tegur sapa bisa berlangsung 2-3 bulan...

Mohon solusinya, haruskah kami bercerai..? karena saya sayang sama anak-anak saya.
ibay Selasa, 7 Februari 2012 | 11:47 WIB
mohon sharing dan solusi jika berkenan
Arya @ Selasa, 7 Februari 2012 | 16:09 WIB
Masalah anda ada beberapa point kesamaan dgn saya, lihat di sini :
http://konsultasiperkawinan.com/forum/6145-mohon-saran-dan-masukan-kalian-please.html

meskipun simple dan kelihatan sepele, coba perhatikan dan jalankan saran dari Mas.Rendy,
berikut saya kutip ulang :

**************************************
rendy ♦ Rabu, 21 Desember 2011 | 19:37 WIB

Assalamulaikum wr wb
Mas Arya apa yang anda rasakan pernah juga saya alami, tapi setelah saya renungkan memang
ada yang kurang dalam rumah tangga kami. yang dimaksud kurang adalah kurang komunikasi,
kurangnya waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, ajak anak istri berlibur nikamati
hidup jangan anda di budak oleh pekerjaan.
saya baca cerita anda sekilas, maaf nih anda melihat semua dari uang tapi bukan dari hati
cobalah anda renungkan apa yang barusan saya tuliskan. ngak semua kebahagian dinilai
dengan materi MAS. coba mulai sekarang bagi lah waktu yang adil antar kerja dengan
kelurga, luangkan waktu untuk minum teh bersama istri jangan minta dilayani terus,
sesekali layani istri anda.
maaf mungkin kata2 saya agak keras.
sekian
**************************************

kesalahan saya:
Selama beberapa tahun (ada kali 4 tahun) saya kurang bisa menjadi teman ngobrol,
pendengar, teman curhat dan sahabat dalam suka dan duka buat istri saya. Jangan pernah
"mementahkan" pendapat dan perkataan istri secara langsung, meskipun itu salah. tapi anda
harus muter... muter... untuk menuju titik tujuan. :)
wanita lbh menggunakan perasaan dr pd akal logika nya.

jangan banyak menuntut dulu untuk minta di layani, ingat!! WANITA CENDERUNG MENGGUNAKAN
PERASAAN DR PD AKAL PIKIRAN, mungkin gara2 ini wanita kalau bisa jgn menjadi pemimpin.

kalau anda baca di kasus saya, istri saya sudah sempat selingkuh, krn dia merasa menemukan
teman yg bisa mendengar, bisa di ajak ngobrol, bisa berbagi.

tapi alhamdulilah berkat bantuan teman2 dan Mas.Rendy kususnya, saya cepat2 bisa koreksi
diri dan pelan2 benahi rumah tangga saya, mohon doa nya tidak terjadi apa2 dgn
rumah-tangga saya.

hasilnya sekarang, kapanpun aku mau ngesex, istri dgn suka rela melayani, seburuk2nya dia
mau bantu (maaf) "ngocok'in".

selamat mencoba, semoga berhasil. 


Thanks
Arya
ibay Rabu, 8 Februari 2012 | 07:36 WIB
terima kasih atas sarannya, namun mungkin ada beberapa yg saya lupa ceritakan, bahwa
setiap minggu kami slalu punya waktu untuk bercengkrama dengan anak-anak, makan di luar
dan terkadang 2 bulan sekali nginap di hotel. Terkadang pula mengajak mertua untuk
sama-sama menikmati hari minggu.

Namun ya itu, saya berusaha untuk menyenangkan hatinya, mengajak berlibur dgn anak-anak (
anak2 tidak bisa ditinggal krn mmg slalu ikut ) terkadang suka surprise memberikan
sesuatun untuk istri, terkadang saya slalu menjadi pendengar setia ttg curhat masalah
kantornya, namun ya itu....setiap saya berusaha menyenangkan hatinya tak ada timbal balik
darinya.

Saya pun slalu beradaptasi dengn teman teman kantornya krn saya orangnya flexible, tp
teman kantor saya datang atau berkumpul di rumah saya, jarang sekali dia mau berbau akrab.
Hanya formalitas say hallo saja lalu mundur ke belakang.

Terkadang kalau hubungan suami istri terjadi, bila lama sedikit dia mengomel...ehh
sekalinya cepat...dia bilang terlalu cepat. busyett serba salah jadinya...

Jadi saya sudah melakukan komunikasi yang baik selama ini, yg kurang dari dia adalah
"perhatian: khusus buat saya. Dia pulang kantor selalu malam, paling cepat jam 8 ( ini di
manado lho..yg jarang ada macetnya ) paling lambat jam 10 atau 11 malam jika ada pencairan
kredit di bank atau tutup buku akhir bulan.

Pekerjaan rumah tangga banyak saya lakukan pada saat tidak ada pembantu, mencuci, memasak
dan kebetulan saya hobby masak. Justru kalo anak sakit, sayalah yg berperan kesana kemari
mencari dokter dan membeli obat, sedangkan istri masih enjoy dengan pekerjaannya paling
dia hanya tanya pa sudah periksa di dokter..jangan lupa ambil surat dokter katanya.

Jam 6 sore saya sudah duduk manies dengan anak-anak dirumah, nonton TV. atau terkadang
menjemput anak sulung saya yg les bahasa inggris di manado ( +/- lebih 16 Km pulang pergi
) setiap 2 kali seminggu.  Semua kebutuhan sekolah anakpun tidak pernah lupa.

Tapi ya itu, saya sudah melakukan yg terbaik untuk keluarga, tapi ketika ingin ML
saja...wahhhh...banyak alasannya, akhirnya sayapun jadi malas.  Ehh skalinya pengen
bangeth krn sudah 2 bulan gak ML..masih juga stengah hati....yahh nasib lah 

Sampai saat ini kami masih cuek tdk bertegur sapa, sudah masuk 2 minggu. Jadi hambar...,
uang bulanan saya yg saya berikan juga nggak disentuh. Posisi istri mmg sudah Wakil
pimpinan cabang. Jadi mungkin Gajinya sudah besar. Sampai saat ini saypun tidak pernah tau
persis berapa besar gajinya. Kalo slip gaji saya mah sllau tergeletak diatas lemari
pakaian saya.

Nggak tau deh apa masih bisa diperbaiki atau tidak hubungan ini.
Arya @ Rabu, 8 Februari 2012 | 09:53 WIB
Mudah2an Tuhan cepat memberikan jalan keluar dan kebahagiaan buat anda dan rumahtangga
anda. 

Buat kaum Ibu yg kebetulan membaca topic ini, inilah curhat seorang lelaki, bahwa buat
sebagian besar lelaki itu (mungkin juga perempuan) seperti cacing kepanasan kalau istrinya
lama gak mau di ajak ML. Sebenarnya kita bisa sih jajan di luar, tapi khan takut dosa,
takut ketularan penyakit, mikir anak2..., bla.. bla... banyak deh pertimbangannya. :)

heheheh.....,
buat Om.Ebay, dateng om ke Surabaya....
nanti saya temani ke SarKem Om...  Pasar Kembang....
cantik2 om di situ...  hehehe... becanda Om.

Salam
Arya
ibay Rabu, 8 Februari 2012 | 10:15 WIB
ha..ha...ha...di Manado yang kaya bgituan jarang..he..he
kalaupun ada mahal-mahal dan udah tuwir-tuwir...
cukup deh dgn sahabat sejati saya NUVO....wakakakakkakak

saya mah nyantai aja deh..gak mau dibawa perasaan bangeth. Paling buat ngilangin sebel
saya paling suka nyetel musik di motor saya yg saya sudah pasangin audionya....trus
nongkrong dipantai nyetel lagu yg sedikit heboh...kadang dgn anak saya juga yg hobby
musik....lumayan rada plong...he..he

seep dahh...nanti kalo ada waktu deh mampir ke surabaya...banyak temen juga di
surabaya...
thanks udah berbagi
awan Senin, 5 Maret 2012 | 22:17 WIB
coba perlihatkan sesuatu contoh fungsi suami dan istri dari segi agama ms.... n jangan
terlalu dibawa ke hati, n selama istri masih perhatian pada buah hati, kita sih fine2
aja....
ferry Senin, 5 Maret 2012 | 22:44 WIB
beberapa alasan wanita yang sempat saya kutip:

malas diajak ml karna mungkin pada sat ml gak pernah mencapai puncak, truss gaya bercinta
perlu berubah variasi katanya,
tpi saya yakin mas adalah oranganya perkasa...coba buat metode baru dalam bercinta agar
sang istri bisa meras lebih nyaman dan memberi kesan.
slm.
bunda galau Selasa, 20 Maret 2012 | 14:16 WIB
Peran anda sebagai suami saya acungkan jempol, jarang ada yang suami dengan sabar dan
setia seperti anda,jangan pernah lelah berusaha untuk berkomunikasi dengan pasangan dan
terus berdoa semoga anda bisa diberi kesabaran sebagai suami, kalau anda beragama Islam,
sungguh istri anda berdosa setengah hati melayani anda dan anda jadi berfantasi dengan
nuvo karena melayani suami adalah kewajiban istri.
KayLa ¤ Kamis, 22 Maret 2012 | 18:57 WIB
duuh kasiann, nikah ma saya aja deh...) maaf bercanda... sayang aja ada laki2 tanggung
jawab, tapi kurang perhatian... 
saya aja ada aja masalah dgn suami.. namanyajg rt.. tapi sebisa bisa kita harus
komunikasi..
Arya @ Minggu, 25 Maret 2012 | 14:10 WIB
Buat sebagian besar lelaki, kebutuhan sex dalam pernikahan adalah hal penting, lelaki ada
yg punya istri sampai 4 atau lebih, saya kira hasrat sex punya peran banyak sampai
poligami bisa terjadi. Menurut Islam (krn saya muslim) poligami adalah syah-syah saja dan
halal, asal semua syarat untuk keadilan terpenuhi. Tapi saya pribadi memilih untuk Onani
yg oleh sebagaian ulama di haramkan, dari pada poligami, bukan karena tidak sanggup
memberi makan istri2 nantinya, tapi karena pandangan pribadi saja.

jika sebelumnya saya sering menyalurkan hasrat sex swalayan,
tapi akhir2 ini, dari hasil komunikasi yg intensif dgn istri, saya+istri ambil jalan
tengah untuk mengatasi perbedaan kebutuhan sex suami (tinggi) dan istri (rendah) yg
berbeda.

yaitu dengan cara "Istri membantu suami Onani", jika suami ingin sex dan istri sedang
tidak mut. 

dari segi agama halal 100%, dan hal ini sudah 2-bulan berjalan di RT saya, mengingat saya
maunya sex tiap hari, sedang istri cukup dng 1x seminggu.

dan kebetulan, dari pengalaman bersama, istri menemukan teknik, bagaimana caranya membantu
suami onani dan bisa mencapai orgasme dengan cepat, sehingga tangan istri tidak sampai
terlalu pegal. :)

karena, ketika saya "swalayan" terkadang istri sedang ingin
berhubungan, eh... suami sudah ngeluarin sendiri.....
nggak ajak2/tanya2 istri dulu, sedang ingin atau tidak.

apa yg saya sampaikan ini di anggap becanda silahkan, di anggap serius silahkan, saya
sekedar share sesuatu yg menurut saya penting...  dan bisa membantu menjaga kelangsungan
rumah tangga kita. hehehehe...   

jangan sampai cerai, kasihan anak2.



best regards
arya
Ingin membahas topik ini? Tinggalkan komentar Anda:  
 
Nama:  
Website:  
Email:  
Nomor HP:  
Nama tokoh wayang:  gatot
 


Copyright © 2012 Konsultasi Perkawinan   |   About   Privacy   Contact