semester-5 saya punya pacar sebut saja Ina, hanya berjalan sebulan dia putuskan saya,
setelah putus pun kita masih bersahabat dekat.
karena kehabisan biaya kuliah, saya kerja di jakarta, 1-th di jkt saya dapat pacar sebut
saja Ita (istri sekarang).
6-Bln saya pacaran sama Ita, tiba2 Ina telp, dan tidak tahu kenapa di intensive mengejar
dan mendekati ingin merebut saya dari Ita, meski saya bilang saya sudah punya pacar dan
serius ingin menikahinya.
cinta ku pun terbagi dua, 50% 50%, karena memang sebelum ketemu Ita, saya sangat mencintai
Ina, dan selama pacaran sama Ita, diam2 saya sering jalan bareng Ina, meskipun status
hubungan tidak jelas.
sampai akhirnya saya menikah dgn Ita, baru intensitas perjuangan Ina untuk merebut saya
menurun, bahkan bisa di bilang terhenti.
selama saya menikah dgn ita, susah sekali melupakan dan melepaskan bayang2 Ina, setelah
5-th berjalan baru saya pelan2 bisa melupakan Ina, meskipun sampai sekarang pun sudah 8-th
berjalan, sesekali saya masih teringat, hanya sebatas teringat.
kenapa saya bisa berhasil melepaskan diri dari Ina?
- Kalau saya renungkan secara mendalam, sebenarnya aku lebih cinta dan sayang ke Ita,
daripada Ina. terbukti saya bisa tidak ketemu Ina seminggu atau 2-minggu, tapi kalau tidak
ketemu Ita seminggu saja, rasanya seperti cacing kepanasan.
- Ina pernah menyakiti, dengan memutuskan saya tanpa alasan yg jelas, mugkin krn saya
miskin, untuk biaya kuliahpun berat.
- Suatu hari saya yakin bisa melepas 50% cintaku ke Ina dan memindahkannya ke Ita 100%
dan alhamdulilah saya bisa, sekarang saya hidup bahagia bersama Ita, 8-th sudah berumah
tangga, Alloh titipkan ke saya dua orang anak (laki perempuan), rumah mungil type 36/66
dan kendaraan untuk keluarga kecilku Isuzu new-panther th-2003.
saya rasa apa yg sudah di titipkan Alloh ke saya sudah lebih dari cukup, trimakasih ya
Alloh, dan jangan lepaskan hamba ini dari bimbingan dan nikmatMu.
saran:
- renungkan mendalam, benarkah anda masih sangat menyayangi mantan anda, atau itu hanya
godaan rumah tangga aja.
- jika rasa cinta anda ke mantan terlalu mendalam, dan anda belum punya anak bersama
pasangan yg syah, ya sudah tinggalkan saja dan kembalilah ke mantan, karena saya rasa
pasangan anda pun tak akan rela, hati dan perasaan anda selingkuh.
salah nggak ya saya ngasih saran... hehehe..., soal nya saya membayangkan jika istri saya
hati nya terjerat mendalam ke mantannya, dan dia minta ijin akan saya ijinkan menikah dng
mantannya, dari pada main belakang sama saya. :)
Siswanto